Membangun Taman Surga di Rumah Kita

(Indra Fathiana, Alumnus Akademi Keluarga Parenting Nabawiyyah angkatan 3)

 

Ahad lalu, dalam Kajian Lintas Angkatan Alumni Akademi Keluarga Parenting Nabawiyyah yang diselenggarakan di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Ustadz Elvin Sasmita memberikan nasihat tentang bagaimana mewujudkan Taman Surga di Rumah Kita. Sesuai tajuk acara ini. Hadirin dan hadirat menyimak dengan seksama.

 

Beliau mengarahkan agar seluruh anggota keluarga berkumpul bersama. Lalu, masing-masing bergiliran membaca ayat-ayat Al Qur’an, sementara yang lain menyimaknya. Dengan begitu malaikat akan mengelilingi sebagai tanda penghormatan dan tanda bahwa amal ini diridhoi. Tanda bahwa rahmat (kasih sayang) Allah meliputi, sakinah (ketenangan) akan turun dan Allah akan menyanjung kita di hadapan penduduk langit. Sebagaimana sabda Baginda mulia.

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

 

Ah, bukankah kita sangat butuh pada kasih sayang Allah? Juga ketenangan di dalam rumah tangga?

 

Sebab kita tak bisa menjaga pasangan dan anak-anak kita dengan sempurna.

Mata kita kadang terpejam.

Fisik kita terpisah jarak.

Hati kita sering kotor dan abai.

Problem dan dinamika seringkali mengemuka.

Lalu kepada siapa kita meminta pertolongan jika bukan kepada-Nya?

Bukankah diri kita terletak dalam genggaman-Nya?

 

Sebaik apapun kita menjaga anak-anak, mereka mungkin saja terjatuh. Tetapi jika Allah -yang karena rahmat-Nya- menjaga, dalam jatuhnya mereka, pasti ada kebaikan di sana.

 

Mewujudkan taman surga di rumah, beliau memotivasi untuk mulai saja walau hanya sesaat. Bersama walau masing-masing hanya membaca 1 ayat. Dilanjutkan dengan membaca kisah dari tafsirnya. Dilakukan pada waktu terbaik, ba’da subuh atau ba’da maghrib sampai isya. Dilakukan dengan bertahap, konsisten, dan penuh keyakinan.

 

Jika kita menghidupkan sunnah Nabi ini (dan yang lainnya), maka Allah akan mencintai kita.

 

Masya Allah…

Allaahummarhamna bil Qur’an…

 

Kita berdoa semoga Allah bantu meluruskan niat serta istiqomah.

Memulai itu mungkin mudah. Namun menjadikan terbiasa, lebih menantang jiwa.

 

Ya Allah, bimbing kami, sayangi kami, masukkanlah kami sekeluarga ke dalam surga-Mu yang tertinggi.

0 Comments

Leave your comment