Qowamahmu, Ketaatanku

Qowamahmu, Ketaatanku

Poppy Yuditya

 

Alhamdulillah,
Izinkan kumulai tulisan ini dengan rasa syukur atas hadirmu dalam kehidupanku.

Terimakasih,
Telah memilihku di antara milyaran wanita di muka bumi.
Terimakasih,
Telah menyediakan mahar terbaik bukti keseriusanmu menafkahiku setelah ijab qabulmu dengan ayahku.
Terimakasih,
Telah berani mengambil tanggung jawab dunia akhirat ku dari Ayah yang mendidik dan membesarkanku.

Dengan lantang dan penuh tanggung jawab engkau berjanji di hadapan ayah dan para saksi:

“Aku terima nikah dan kawinnya…”

Ah, Masya Allah…

Begitulah beban itu terangkat dari ayahku kepadamu,
Dan kau dengan berani mengambil tanggung jawab dunia akhirat atasku,
Sungguh, terimakasihku tak terhingga untukmu…

Untuk tanggungjawabmu yang luar biasa atasku,
Izinkan kupersembahkan ketaatanku…

Wahai suamiku,
Ini aku istrimu,

Jangan hukumi aku atas apa yang aku tak memiliki ilmu atasnya,
Ajari aku dengan ilmu,
Membedakan yang haq dan yang bathil,
Membimbingku dengan tuntunan syariat,
Menuju jalan lurus yang Allah ridhoi…

Wahai suamiku,
Ini aku istrimu,

Jangan diamkan aku ketika aku salah atau berlebihan dalam bersikap,
Apalah lagi mencap diriku tak mampu berubah…

Percayalah,
Kan ku persembahkan ketaatanku,
Dengan kesabaranmu membimbingku,
Bukankah aku dari tulang rusukmu yang bengkok?

Wahai suamiku,
Ini aku istrimu,

Berlembutlah pada gelas kaca itu,
Itu pesan Nabi-mu,
Dan aku merasakannya dalam setiap tutur lembut nasihatmu…

Wahai suamiku,
Ini aku istrimu,

Izinkanku menjadi setenang malam bagimu,
Karena ku yakin kau takkan biarkanku dalam resah…

Kau qowwam-ku,
Kau selalu mampu berusaha mencari solusi atas semua ujian hidup atas izin Rabb-mu,
Dan tak kau izinkan aku merasa gelisah sedikitpun…
“Ini tanggung jawabku, tak perlu kau resah…”, itu ujarmu selalu.

Ah, rupanya inilah indahnya Syariat ini mengatur…

Qowwamahmu,
Tanggung jawabmu padaku dan Rabb-ku dunia akhirat…

Ketaatanku,
Tanggungjawabku padamu dan Rabb-ku dunia akhirat…

0 Comments

Leave your comment