Bukan Sekedar Jalan-Jalan

“Subhanallah, kamar anak mama rapi banget…! Siapa sih yang merapikan ?”.
Hilyah dong ma…, kan mama sendiri yang bilang ke Hilyah waktu dalam perjalanan liburan ke puncak, kalau ciri-ciri anak yang mulai dewasa dan mandiri itu, kamarnya rapi. Berarti aku dah mulai dewasa dong ma ?…“, hmmm…bunda ayah…itulah cerita seorang ibu yang kagum melihat kamar anaknya yang berusia 10 tahun begitu rapi dan teratur. Ada yang menarik tidak bunda dan ayah ? Ya…benar…dia merekam semua kata-kata bundanya pada saat ia sedang dalam perjalanan liburan ke puncak. Lebih dari itu…rekaman yang melahirkan perubahan sikap.

Menyenangkan….

Inilah sebuah kalimat sederhana tentang perasaan hati anak di dalam perjalanan. Bunda ayah….kalau kita kembalikan pada diri kita masing-masing, kita akan merasa lebih mudah menerima masukan pada saat hati kita sedang bahagia.. Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja akan merasakan hal seperti ini. Apalagi dalam pikiran dan perasaan anak-anak.

 

Agar Tidak Menjadi Sekedar Perjalanan

Bunda ayah…
Ternyata sangat efektif ya nasehat di dalam perjalanan itu. Bunda dan ayah tahu tidak kalau ternyata Rasulullah sering memamfaatkan kondisi di dalam perjalanan untuk menasehati anak-anak ? Mari kita lihat cerita dari Abdullah bin Abbas atau sering di sebut dengan Ibnu Abbas, seorang anak yang punya pengalaman khusus di bonceng oleh Rasulullah dengan ontanya. Ia adalah sepupunya Rasulullah anak dari pamannya Rasul yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib. Maimunah, salah satu isterinya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam, juga masih bibinya Ibnu Abbas. Ia lahir 3 tahun sebelum hijrah, itu artinya pada saat Rasulullah wafat, usia Ibnu Abbas belum genap berusia 13 tahun. Terbayang tidak bunda ayah ? Di dalam hadits ini tidak di sebutkan persis berasa usia Ibnu Abbas saat kejadian itu. Yang pasti kita dapati bahwa saat kejadian itu Ibnu Abbas usianya tidak mungkin lebih dari 13 tahun.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ أَوْ يَا غُلَيِّمُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Aku dibonceng Nabi shallallahu alaihi wasallam dan beliau berkata, “Nak,aku akan mengajarimu beberapa kalimat, semoga Allah memberimu manfaat dengannya.” Aku berkata: Ya. Nabi berkata, “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yagn tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan. Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran. Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dia berkata: hasan shahih)

Subhanallah, sebuah nasihat yang luar biasa. Terbayangkah oleh kita bunda ayah, betapa nasihat ini di ingat kuat oleh seorang Ibnu Abbas. Nasihat dari sepupunya yang mulia. Yang begitu dia sayangi dan kagumi. Sebuah nasihat iman. Kedekatan dan rasa sayang Ibnu Abbas kepada Rasulullah serta senangnya suasana hati itu di mamfaatkan oleh Rasul menjadi sebuah momen untuk memasukkan nilai-nilai Aqidah. Lihatlah nilai-nilai yang di sampaikan :

  • Jagalah Allah, Dia akan menjagamu.
  • Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu.
  • Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit.
  • Jika kamu minta, mintalah kepada Allah.
  • Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
  • Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yagn tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya.
  • Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan.
  • Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran.
  • Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan.
  • Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Bunda ayah, kita tidak sedang akan membahas, poin per poin dari nasihat Rasulullah itu. Tapi yang ingin kita pahami adalah bahwa ada sebuah aktivitas yang sering kita lalui dalam keseharian tapi terkadang ia menjadi terlewatkan begitu saja. Ya….sebuah perjalanan. Apakah pada saat kita hanya berdua saja bersama anak kita dengan sepeda motor. Ataukah pada saat mengenderai mobil. Atau di angkutan-angkutan umum. Ternyata kita mendapat pelajaran dari Rasulullah , bagaimana menjadikannya bukan sekedar perjalanan. Tapi lebih dari itu, perjalanan adalah sebuah momen yang dapat kita, para orang tua mamfaatkan untuk memberikan nasihat atau menanamkan sebuah nilai yang kita butuhkan. Bahkan untuk sebuah masalah yang sangat serius. Menanamkan pondasi aqidah dalam kehidupan seorang muslim. Catat bunda ayah ! Nasihat di atas, di berikan oleh Rasulullah pada anak yang masih berusia kurang dari 13 tahun. Bunda ayah, mau coba ?

0 Comments

Leave your comment