Untukmu, Doa dan Keyakinanku

Ada rasa yang tak dapat dideteksi akal,
Keyakinan yang besar,
Sekaligus gerimis mendung yang mengundang gelisah,
Berpadu nampak tak serasi, namun berdegup bersama berlomba saling mendahului.

Hati yang mencinta mengirim signal yang tak terdeteksi logika,
Bahagia yang penuh pengharapan,
Sekaligus resah berbalut kekhawatiran,
Apakah engkau akan baik-baik saja di sana tanpa diriku?

Jangan salah,
Ini bukan karena ku tak percaya,
Ini karena ku terlalu mencinta.
Cinta yang berlimpah bahkan ketika engkau belum terlahir ke dunia.
Cinta yang membuatku rela mati untukmu,
Dulu, sekarang, sampai kapanpun.

Duhai ananda kekasih jiwa,
Yang tubuh dan jiwamu pernah bersatu dalam tubuhku,
Yang degup jantungmu dan tendangan kecilmu pada perutku, membuatku semakin terpesona pada Kebesaran Tuhanku, Allah Azza wa Jalla…

Teringatku pada hadits Rasulku,
Tentang seorang perempuan yang mencari anaknya dalam serombongan tawanan perang. Ketika menemuinya, dipeluknya anaknya erat-erat, dan langsung disusuinya.
Rasulullah berkata, mungkinkah ibu itu melemparkan anaknya pada kobaran api?
Sahabat kemudian menjawab, Wallahi, itu tidak mungkin. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.
Maka Rasulku berkata,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.”

Wahai anakku yang beranjak dewasa,
Begitulah kami harus melepasmu dari pelukan,
Karena kami yakin itulah jalan keselamatan,
Jalan yang harus kami tempuh untuk mencegahmu masuk dalam kobaran api,
yang sekali masuk ke dalamnya, tidak ada manusia yang mampu mengingat bahagia bahkan sedetikpun.
Kulakukan apapun untuk membuat Allah ridho padamu sebagaimana kuberharap engkau ridho atas takdirNya.

Selamat berjuang, belahan jiwaku…
Allah kan menjagamu, dan ku berharap kita bertemu selalu dalam doa penuh harapan dalam sujud-sujud panjang di malam hari.

Jaga dirimu, ananda terkasih,
Karena kuyakin, tak kulepas kau dengan tangan kosong.
Kulepas kau dengan bekal iman dan cinta kita kepada Yang Maha Mencintai.

Untukmu yang akan dan selalu berjuang,
Anakku.

Dari Ibumu, yang tak pernah usai mencintaimu.